Melanjutkan postingan sebelumnya, kali ini saya akan langsung membahas mengenai kajian web usability dari situs www.indo-fashion.com .
Menurut konsultan usability, Jakob Nielsen, usability adalah atribut pengukur untuk menilai seberapa mudah suatu user interface dapat digunakan. Usability meliputi :
- Learnability: seberapa mudah bagi pengguna untuk melakukan task dasar di suatu interface saat mereka pertama kali menggunakannya?
- Efficiency: Setelah pengguna terbiasa dengan antarmuka, seberapa cepat mereka melakukan suatu kegiatan?
- Memorability: Saat pengguna kembali menggunakan antarmuka tersebut setelah beberapa lama tidak menggunakan, seberapa mudah mereka dapat kembali terbiasa?
- Errors: Berapa banyak kesalahan yang dilakukan pengguna, seberapa parah kesalahan tersebut, dan seberapa mudah mereka dapat mengatasi kesalahan tersebut?
- Satisfaction: Seberapa nyamankah pengguna menggunakan antarmuka tersebut?
Menurut Nielsen (2005) kesalahan terbesar pada desain web adalah:
1. Legibility problems, meliputi fonts yang kecil dan tidak kontrasnya antara text dan backgrounds.
2. Nonstandard presentation of links.
3. Annoying use of Flash.
4. Content that has not been written for the Web.
5. Poor search facilities.
6. Browser incompatibilities.
7. Cumbersome forms to fill out.
8. No contact or other company information included.
9. Frozen layouts with fixed page widths resulting in cutting off the side of a page.
10. Inadequate photo enlargement.
Dalam mengkaji situs ini saya berpedoman pada hal-hal tersebut diatas.
Diatas adalah homepage dari indo-fashion. Setelah mengamati web tersebut ada beberapa hal yang akan saya komentari, yaitu bagian-bagian yang sudah saya beri tanda biru:
- Menurut Steve Krug dalam bukunya yang berjudul Don’t Make Me Think, penting untuk memberi tahu user ‘situs apa ini?’ Hal tersebut sudah terjawab dengan adanya logo dan nama websitenya di pojok kiri-atas yang tempatnya sudah sesuai dan ukurannya cukup besar, sehingga langsung dapat terlihat oleh pengguna begitu membuka website tersebut.
- Saat pertama membuka web ini saya tidak menemukan adanya menu navigasi yang bisa membantu saya mengetahui apa saja yang dapat saya temukan dan saya lakukan di situs ini? Hal tersebut membuat pengunjung yang baru pertama membuka web tersebut-seperti saya, merasa bingung karena tidak dituntun untuk menjelajahi web tersebut dengan alur yang jelas. Tapi, saat sudah masuk atau memilih suatu menu, maka muncul breadcrumb seperti yang terlihat dibawah:

- Karena tidak adanya menu navigasi di web ini, maka pengunjung akan langsung fokus pada daftar produk-produk yang ditawarkan di sebelah kiri yang sangat jelas terlihat. Karena web ini memang sebuah web belanja online, maka hal tersebut sangat membantu pengunjung menemukan apa yang dicarinya. Hal itu sangat baik karena dengan begitu maka tujuan dari web ini sebagai online store sudah tercapai. Pada kategori produk yang ditawarkan terlihat bahwa masih ada beberapa kesalahan pada grouping. Kita bisa lihat bahwa kategori oblong masih dipisah-pisah menjadi beberapa kategori. Sebaiknya kategori oblong ini dijadikan satu kategori saja atau jika memang harus dipisah, maka seharusnya posisinya berdekatan. Kategori produk-produk ini juga sebaiknya di-list sesuai abjad.
- Pada bagian ini saya merasa sedikit terganggu. Saya merasa bingung saat pertama melihat tulisan ‘Selamat Datang, Masuk’ karena sesaat saya tidak mengerti maksud dari kata ‘Masuk’. Biasanya bagian itu diisi dengan nama pengunjung setelah pengunjung melakukan login. Dengan demikian pengguna akan berfikir klo ‘Masuk’ adalah sebuah nama. Namun, ternyata ‘Masuk’ tersebut adalah suatu menu untuk login atau sign up, padahal dibawahnya sudah ada form login. Menurut saya akan lebih baik jika kata ‘Masuk’ dihilangkan saja. Nanti setelah login baru username-nya ditampilkan, sedangkan login dan sign up bisa dilakukan diform yang sudah disediakan. Atau kata-kata tersebut dihilangkan saja dan langsung diganti dengan sign up dan login.

- Pada bagian ini sudah menjelaskan ‘Apa kegunaan situs ini?’ sebagai salah satu syarat yang dibutuhkan dalam suatu homepage menurut Steve Krug

(bersambung....)

0 komentar:
Posting Komentar